Pentingnya mengganti Pakaian dalam

grosir pakaian dalam wanita

Seberapa sering harus mengganti celana dalam?

Pakar kesehatan menyebut di dalam celana dalam yang sudah bersih dan dicuci secara teratur memiliki setidaknya 10 ribu bakteri hidup. Bahkan, jika celana dalam ini tidak rajin diganti atau dicuci, jumlah bakteri ini akan jauh meningkat dan berpotensi membahayakan kesehatan.

Tinggal di negara tropis dengan udara yang hampir selalu terik membuat tubuh jadi gampang mandi keringat. Akan lebih baik jika kita segera mengganti celana dalam meskipun kita baru saja memakainya. Hal ini diharapkan bisa membantu kita mencegah perkembangan jamur dan bakteri yang memang cenderung suka dengan celana dalam yang lembab.

Celana dalam lembab rentan terkena jamur

Pentingnya mengganti Pakaian dalam seperti Celana dalam yang lembab akibat terkena keringat yang dipicu oleh udara panas. Tubuh yang aktif bergerak, atau bahkan kebiasaan malas mengeringkan badan setelah mandi atau buang air bisa membuatnya lebih rentan terpapar jamur. Padahal, jamur bisa menyebabkan gatal-gatal atau ruam-ruam pada kulit yang ada di bagian kelamin.

Area organ intim yang lembab dan penuh bakteri pada akhirnya dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap. Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat

Pakaian dalam yang sudah usang dan bolong dan tidak menyerap keringat

Celana dalam yang bolong dan robek bisa menyebabkan keputihan lho.
Hal ini disebabkan oleh kandungan hydrogen peroxide dalam cairan keputihan yang berfungsi untuk mencegah tumbuhnya bakteri.

Jangan anggap sepele mengenai pentingnya mengganti pakaian dalam sehari-hari. Dalam jangka panjang, sering terinfeksi bakteri karena pakaian dalam yang lembab dan kotor itu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.

Tinggalkan Balasan